Bingung baca blog ini? Baca ini dulu

Sabtu, 18 Juli 2009

Format Ulang Blognya...

You Know...... terkadang kita punya banyak kata "terlalu" dan "tetapi" yang bikin kita Gak bisa melangkah, mengangkat kaki. Mungkin ini yang Gw alamin, terlalu banyak ide tetapi sedikit kemampuan. Maka berdasarkan pemahaman Gw yang rada cetek ini, ide itu pun Gw kurangin.

Ide yang mana? Salah satunya ya ide blog ini. Pertama-tama temanya dulu diganti, lalu judulnya dan nanti secara perlahan-lahan baru isinya. Gw mulai mengganti tema / tujuan blog ini, dari sebuah "Publikasi" menjadi "Catatan pribadi", dari "minta dibaca" jadi "untuk kenangan". Lalu judulnya Gw ganti, gw gak mampu bikin 2 kisah dengan satu latar, bisa sih, cuma waktunya gak sempet Oi... **Sok Sibuk Mode: On**, maka judulnya hanya sebagai Jejak Kaki saja, supaya Gw bisa merunut langkah-langkah yang udah Gw lewatin.

Lalu isinya, sesuai dengan tema dan judulnya, mulai sekarang Gw mo nulis tentang apa2 yang gw alamin selama perjalanan, tanpa perlu penambahan informasi, cerita, atau bumbu lainnya. Mungkin perlahan2 Gw mulai munculin lagi JJS Gw di bulan April kemaren yang blom sempet kepublish, begitu juga JJS ke Surabaya yang baru aja Gw jalanin.

Ok... Thx all (ALL? Emang ada yang baca? Wakakaka).

Jumat, 08 Mei 2009

Cara membaca Blog Ini

Beberapa orang yang udah pernah mencoba untuk membaca cerita dalam blog Gw ini, pada bingung mengikuti alurnya. Tentu aja bingung, karena memang blog ini berisi 2 Cerita untuk setiap perjalanannya. Selain itu, blog ini juga gak cuma akan berisi satu perjalanan, Jadi mungkin akan lebih membingungkan lagi buat dibaca.


Sebagai petunjuk untuk membaca Blog ini, Gw kasih informasi:

  1. Blog ini terdiri dari 2 kisah untuk setiap perjalanan, untuk membedakan kisah itu, Gw pake 2 pribadi (nama), yaitu Gwamik dan Gwamim. Gwamik berarti kisah Gw 100%, gak ditambahin sesuatu yang gak nyata, sedangkan Gwamim adalah kisah Khayalan atau mengada-ada yang berlatar belakang tempat, dan waktu perjalanan Gw.

  2. Kata Gw (Huruf “G” besar) dalam blog ini berarti Gandi Wibowo sedangkan kata gw (Huruf “g” kecil) berarti Gua/gue/saya/kulo/awak/nyong.

  3. Tambahan kalimat yang didalam kurung bisa gak dianggap, karena itu cuma selingan. Bisa dianggap sebagai sisi lain Gw, tetapi kalimat diantara dush (“-”) merupakan kalimat monolog dari si pelaku (Gwamik atau Gwamim).

  4. Setiap Judul yang dimulai dengan kata “Gwamik-” berarti kisah si Gwamik, sedangkan yang berawal kata “Gwamim-” jelas kisahnya Gwamim. Setiap judul di Gwamik dan Gwamim akan memiliki judul yang sama (Keculai kata depannya) buat nyamain waktu dan temapat kejadian.


Ok.. kalo sudah bisa membedakan, sekarang gw mo nunjukin gmana cara membaca Blog ini (Lah yang tadi apaan), yang tadi cuma informasi biar gak salah persepsi. Ini petunjuk cara bacanya “Baca kisahnya satu persatu, baca perkisah (Gwamik atau Gwamim), dan per-perjalanan. Caranya dengan memilih label yang sesuai. Untuk kisah si Gwamik, maka labelnya “Gwamik” begitu juga untuk kisah gwamim, labelnya “Gwamim”. Kalo bisa.... baca kisahnya mulai dari yang paling lama (nah kalo ini Gw blom nemu solusinya).”


Silahkan kasih komen kalo masih blom ngerti juga Gmana cara bacanya... ntar gw update nih tulisan.




Gwamik–Mencari Jalan Keluar....

Melanjutkan niat Gw buat JJS, Gw langsung menghentikan mobil T 27 yang trayeknya sampe ke rawa-mangun. Gw gak naek T27 sampe rawa-mangun, karena Gw pikir terlalu jauh dari tujuan.. kan Gw mo ke Pulogadung :P, gw lanjutin perjalanan dengan menaiki metro mini 47 sampe Tugas. Sangking semangatnya jalan, Gw baru inget kalo Gw blom sarapan (Jah). Akhirnya Gw makan dulu, sekalian beli baterai buat kamera yang Gw pinjem dari tari.


Setelah perut terisi, Gw lanjutin ke pulogadung. Disana Gw gak nemuin bus yang ke Cirebon, sekitar satu jam Gw tunggu, tapi gak muncul juga. Sewaktu Gw tanya beberapa orang disana, katanya emang jarang yang ke cirebon, mungkin ada ntar sore, katanya sih lagi pada nyoblos-eh nyontreng- di daerahnya masing-masing (Maksudnya di Cirebn kali ya).


Gak mau lama2 Gw pikir mungkin lebih baik gw naek kereta aja, segera Gw meluncur ke stasiun Klender baru yang ada di pondok Kopi. Disana Gw sempet bingung, mo ambil ke Jati negara dulu, atau ke Bekasi buat lanjutin naek kreta ke Cirebon. Entah ada angin apa, Gw ambil yang kebekasi-Gw lupa kenapa Gw ambil yg kebekasi :P-.


Di Stasiun Bekasi, Gw langsung beli tiket yang ekonomi, maklum dananya cekak (Cekak aja mo jalan-jalan). Gak disangka, gak diduga, Kreta seharga 26rb itu datengnya jam 4 (Halah sore juga...). Akhirnya Gw putusin Buat jalan-jalan di kota bekasi aja dulu.

Rabu, 22 April 2009

Gwamim-Preparasi

“Dooooorrrrr.....” suara itu memecah sabtu pagi yang damai.. Seakan terkaget, mentari pun mulai sembunyi dibalik awan putih nan gembul, mencoba mengintip keadaan dibumi, memeriksa apa yang terjadi dibawah sana.


Sabtu itu 28 Maret 2009 8.50 WIB tepatnya, sebuah timah panas telah menembus hati seorang wanita. Tidak tajam memang, tapi putaran dan kecepatan lajunya memberi implus dan momentum yang cukup untuk menembus lunaknya hati wanita itu, melalui tulang-tulang rusuknya yang menghalangi. Bersimpuh darah dari luka yang diakibatkannya, sang wanita tak bisa lagi berkata. Hanya hening yang kembali hadir, bersama mentari pagi yang menghantar kepergiannya dengan sinar hangat yang lembut. Tiada satu orang pun yang memperhatikan kejadian itu. Bisingnya peluru saat melewati laras senapan, tak terdengar oleh kuping-kuping apatis mereka yang lebih memperhatikan desing mesin-mesin beroda itu. Bagaikan seorang putri raja yang anggun sedang menghadap sang ayah yang bijaksana, tubuh gadis itu terjerembab lemah gemulai melepas tenaga dikaki untuk beristirahat selamanya.


Lebih dari satu jam tubuh itu terdiam membisu, terbujur kaku seakan menikmati lembutnya pelukan ibu pertiwi. Darah yang sedari keluar merubah warna gaun putihnya, kini tak lagi mengalir. Tak jauh dari sana, sepasang mata masih menatap si Gadis, melalui balik jendela ke empat dari bawah, di gedung berlantai tujuh. Bukan tak peduli, tetapi keadaan yang tak memungkinkan pria itu merawat tubuh sang gadis yang telah ditinggalkan jiwa itu. Ditangan pria itu masih tergenggam senapan, bau mesiunya masih menyengat menghalanginya merangkul sang gadis.


Keadaan itu sakral itu terpecah oleh teriakan seorang wanita tua yang kebetulan lewat disebelah sang gadis. Sebuah bola yang baru saja dibelinya untuk anak tercinta dirumah, kempis karena tertusuk duri mawar yang tumbuh tepat disebelah kaki sang Gadis. “BUZZ” perlahan bola itu menciut, si wanita tua pun menengok keadaan bolanya, dan menemukan sang Putri tidur sedang terbaring terkulai dibalik Pohon Beringin yang sekelilingnya di tebari mawar merah merekah. Mungkin ini juga yang menyebabkan tubuh sang gadis tak terjamah penghuni dunia selama satu jam.


“AAAAaaaaaa....... Mayat.....” teriak si wanita tua sembari berlari menghindari tubuh si Gadis. Teriakannya mengundang sejuta mata untuk memberikan perhatian pada si Gadis. Tubuh yang sedari tadi ditinggal dunia itu sekarang menjadi pusat kehidupan, seakan seluruh dunia memperhatikannya memberikan simpati dan empati. Beberapa segera mengambil ponselnya dari saku mereka, memanggil repoter TV A, TV B, Koran C, Majalah D. Beberapa lainnya segera mengeluarkan kamera digitalnya dan mulai mengabadikan keadaan sang gadis yang tetap anggun dengan hati terbuka itu.


Pukul setengah dua belas siang, tubuh gemulai itu masih saja menjadi perhatian. Tiada bau busuk keluar darinya, mungkin karena keharuman bunga mawar yang mengelilinginya. Sepasang mata yang selalu memperhatikan dari balik jendela itu masih terbuka, tangannya masih memegang senapan penghancur hati si Gadis. Tangan yang perkasa itu kini mulai bergetar, entah karena lelah atau bersalah.

“Heii... ada yang sudah memanggil polisi atau ambulan?”

Suara lelaki tua yang sedari tadi memperhatikan wajah cantik sang Gadis membuyarkan fokus semua makhluk di perbatasan timur kota Jakarta itu. Segera beberapa Orang kembali mengangkat telponnya dan mencoba menjadi yang pertama menghubungi polisi atau ambulan. Si Pria yang sedari tadi memandang dibalik jendelapun turut tersadar. Tangan kanannya seakan kehilangan tenaga, habis terkuras digunakan untuk menarik pelatuk. Senapan itupun terjatuh.


Segera ia beranjak dari kursinya, diraihnya senapan dari lantai keempat yang kumuh di Gedung tua berlantai tujuh itu. Bagai tikus dikejar kucing, tangga 4 lantai itu dituruninya dengan cepat, melewati pintu yang disebelahnya tertulis tanda bahwa gedung itu disegel pemda karena belum bayar pajak. Segera Ia memberhentikan Mikrolet 29 yang lewat, Senapannya tertutupi rapih dalam sebuah kertas koran yang disimpannya dalam tas ranselnya.

Selasa, 21 April 2009

Gwamik-Pemilu @TPS 67

Pukul 8.30 tepat saya keluar rumah (waktu mana nih? Waktu Indonesia Barat, atau Waktu Jam tangan lu?), membawa beban 5 tahun nasib bangsa. Tanggal 9 April 2009 kemaren memang waktunya penentuan para penentu nasib bangsa, tapi ditanggal itu pula perjalanan ini dimulai. Niatnya sih mau melewati 4 Kota untuk perjalan 4 hari ini, tetapi sepertinya Gak bisa. Hari pertama yang rencananya “Muterin Cirebon” ternyata Gagal total. Pemilu sudah mengambil 1 jam waktu yang ada-Antri Oi... Di TPS gw emang pada antusias sama pemilu-, Belum lagi reuni (Jia elah) sama temen2 spermainan waktu kecil, maklum sudah 8 tahun ini gw jarang pulang kerumah, kalaupun pulang itu pasti sabtu-minggu dan selalu gw pake buat maen ama ponakan.

Memasuki TPS yang terletak diantara pepohonan rimbun (Bilang aja kebon), disamping lapangan bulu tangkis yang sering dipake sama warga Rt.02 Rw.12 Duren Sawit (Detail amat pak, bilang aja warga RT lu), gw sudah dihadapi dengan sebuah tantangan kesabaran (Antri maksud lu wakakakak). Sudah ada sekitar 20-30 orang disana yang menunggu giliran buat nyoret-nyoret 4 lembar kertas yang dilipet2 jadi 3 bagian.


Tanpa basa-basi dan banyak kata, kertas undangan segera berpindah tangan. Bang Amung Si Hansip langsung cekatan nerima kertas itu dari gw dan menyerahkannya ke Oding yang kerjaannya kali ini nyoretin nama pemilih. Kertas yang tadi gw lipet 4 itu di buka, dicek dan ditaruhnya di atas kertas kertas lain yang sudah tersusun terbalik. Kalo gw perhatiin dari tebalnya kertas-kertas itu, udah ada 20an lebih kertas, belum lagi kertas-kertas di meja ketua TPS yang gak kalah tebal dari tumpukan di mejanya si oding. Dalam hati gw langsung berkata “mampus, bakal lama nih nunggu giliran”, ternyata seperti tahun-tahun sebelumnya, para pemilih gak cuma antri di kursi tunggu, mereka juga nunggu dari rumah atau dipinggir-pinggir.


Dji Sam Soe Filter gw keluarin dari saku celana, membukanya dengan hati-hati dan mengambil sebatang dari dalamnya. Seakan seorang teman setia dia ku pakai (Maksud lu lu hisap sampe abis trus dicampakan Wakakakak, itu ya gunanya teman :P). Sebuah Kamera Fuji-Lupa gw mereknya- keluar dari tempatnya, siap untuk mengabadikan moment 5 tahunan ini. Jeprat-jepret sana-sini, gw habisin waktu buat nunggu TOA itu manggil nama Gw.


Sebosen-bosennya gw, nama itu gak juga dipanggil :(. Beruntung sekali, pas lagi motoin orang2 yang pada nongkrong dipinggiran, gw ngeliat temen2 gw sewaktu kecil. Segera gw hampiri mereka, bersenda-gurau mengenang masa itu (masa yang mana?), masa kecil gw yang penuh canda tawa(yang bener? Kok Gw gak tau kalo waktu kecil lu sering ketawa), Halah... sapa yang bisa ngusir tuh sisi lain gw sih? (Wakakakakakaka Lu bukan Gw dan Gw bukan lu, karena Lu adalah Gw sejatinya... halah).


Lagi asyik senda Gurau, nama itu keluar juga dari mulut digital bermerek TOA itu. Seakan dilamar seorang wanita (Wakakakakakak), hati gw berbunga-bunga. Tiga Kertas yang terlipat rapi gw ambil dari tangan Bang Jaja yang kali ini jadi ketua TPS, dan segera gw boyong kertas itu ke bilik yang terpisah dari keramaian kota (halah). Lipatanya gw buka satu persatu dengan perlahan, seakan-akan seorang perawan suci, gw gak mau merusaknya. Segera gw Cari gambar partai **TTIITT** (Wedew masih menjunjung tinggi azas LUBeR nih) dan gw pilih para wakil Gw. Gak mau ketahuan orang lain, gw lipat kertas2 itu kembali seperti semula sehingga tak ada lagi tanda-tanda coretan di dalamnya. Kotak pilihan sudah siap menunggu menerima kertas-kertas itu kembali, langsung aja gw masukin tuh kertas-kertas sesuai warna dan tulisannya. Sebagai warga yang baik, gw pun ikut nyelupin jari kelingking gw ke botol tinta yang katanya gak bisa ilang ampe tiga hari (ternyata sampe 12 hari kuku gw masih item).


Sehabis menentukan nasib bangsa kita ini (Kita? Lu kali ama temen-temen lu yang Gondrong-gondrong **Beuu SMU bangat**), gw langsung pamitan ama Old Friend (Hah temen lu dah tua2) buat melanjutkan perjalanan. gw lupa, waktu itu jam berapa gw mulai jalan... tapi yang pasti azan zuhur blom berkumandang.

Gwamik-Preparasi

Dua bulan lebih, Gw dimintain tolong cari2 info tentang kota dan tempat2 bersejarah di jawa sama temen Gw, bikin ghirah jelajah Gw kembali berkobar (halah kayak pernah berkobar aja, perasaan dari dulu redup-redup aja). Terpaksa, niat yang Gak pernah terwujud itu gw Coba untuk wujudin (Niat yang mana? Blom pernah ngomong juga Wakakakaka pikun dia). Halah... ini sisi lain gw ngapain sih... sabar napa, ntar gw kasih tahu (Huh... Akhirnya Gw dianggap).


Dulu-sampe sekarang sih- Gw punya niat pengin keliling jawa pake sepeda, tapi apa daya, sepeda blom ada yg kuat diajak jalan jauh, pernak-pernik juga blom punya :(. Tapi gw pikir, kalo gak gw coba, kapan gw bisa ngelaksanain. Berhubung semangat lagi kebakaran, rasa ingin tahu lagi muncrat-muncrat, waktu tersedia, n dapet pinjeman pernak-pernik, so... why not (Halah pinjeman toh, apaan aja tuh?).


Sebelom gw cerita perjalanan kali ini, Gw mo bilang thanks buat Tari yang mo ngasih pinjem kameranya, Wildan dan LSN-ini kantor Gw- yang secara tidak resmi membolehkan gw bawa tuh PDA buat Guide gw (gw bilangin Bos ya.... Make2 barang kantor), adek Gw yang ngerelain jalan gak bawa MiniDv-walau ini belinya pake duit Gw- dan juga dah minjemin MP4 playernya-buat recording-. Besok-besok kalo gw jalan lagi pinjem barang2 itu lagi ya :P (Halah tuman).


Perjalanan kali ini cuma sekedar JJS atau “Jalan-Jalan buat Survey” yang maksudnya cuma buat ngerasain gmana backpacking itu sebenernya, supaya besok2 gw jadi tahu medan dan persiapan bisa lebih terencana dan tepat. Makanya, perjalanan kali ini gw gak punya target apa-apa. Perlengkapan yang gw bawa kali ini:

  1. Kamera digital -pinjeman tari- buat motoin tempat2, kejadian2, orang2 ama moment2 yang gw lewatin

  2. TyTN -pinjeman dari LSN via wildan- buat GPS dan Net

  3. MiniDv Digilife buat nge-Videoin yang penting2

  4. MP4 player+recorder -pinjeman adek Gw- buat ngerekam yg gw rasain -soalnya kalo nulis kan butuh waktu lama, kalo ngomong cepet :p-

  5. Laptop, gw gak tau kenapa Gw bawa nih laptop, cuma gak pengin pisah aja.... (Jah ya iya lah, selama istri yg bernapas blom punya; istri yang berkipas aja dulu dibawa wakakakak) -hush jangan ngingetin masalah jodoh ah...-

  6. Buku+Note buat nulis2

  7. Perlengkapan pribadi, baju dan kawan2nya serta tas Downloader eiger Gw...

  8. yang pasti Diri/jasad beserta Jiwa dan Tuhan Gw.


Perjalanan ini dimulai dengan kisah pemilihan para wakil2 rakyat, tentu aja gw ikut berpartisipasi di acara itu-walau gw penginnya sih langsung jalan- kan gw warga yang baik :P (Halah paling2 milih asal-asalan). Pemilu di daerah gw selalu meriah, selalu dinanti warga dan pastinya Ngantri :(( ngabisin waktu gw aja. Kisah pemilu gw tulis di thread lain OK (OK d KK).

Jumat, 03 April 2009

preambule

Blog ini Gw mo jadiin Catetan Perjalanan Gw, kemanapun itu, mo deket, jauh; dalam negri, luar negri; atau bahkan luar angkasa ROFL. Sebetulnya Gw punya rencana muterin jawa pake speda, lewati daerah2 yg Gw gak kenal, Nyapa orang2 yg Gw gak kenal; dan blog ini mo Gw jadiin catetan perjalanan itu.

Gw bakal tulis perjalan Gw itu dalam dua sisi, yang satu adalah kenyataan perjalanan Gw, beserta catetan2 pengetahuan/ilmu di tiap situasi, kondisi, tempat, atau orang yang gw temuin. Kalo yang satunya lagi, Gw mo coba jadi seorang pengkhayal, berpikir sebagai orang lain, bikin kisah sendiri dengan latar belakang perjalanan Gw itu. Terlalu muluk ya? Gw juga mikir gitu, tapi namanya impian musti muluk :D asal direncanakan dengan baik Insya Allah bisa diwujudkan (amin).

Buat percobaan pertama, Gw bakal jalan selama kurang lebih 4 hari (9-12 April 2009), tapi gak bener juga sih kalo dibilang jalan, soalnya kemungkinan besar Gw bakal ngangkot or nge-bus :p. Perjalanan ini Gw rencanain bisa saampe surabaya dengan minimal 4 Kota Gw singgahin. Mungkin Gw bakal muterin tuh Kota2, ngunjungin semua tempat yang bisa Gw kunjungin :D.

Kali ini, sebagai seorang pengkhayal, Gw mo jadi psikopat yang suka membunuh tapi insyaf ketakutan setelah aksi terakhirnya. Dia coba kabur dari bayang2 dosanya, melarikan diri dari tempat asalnya (Jakarta), penginnya kabur ke pulau lain lewat surabaya, tapi gmana hasilnya? Kita lihat aja nanti :D. Kalo sisi kenyataannya, Gw gak bisa bilang sekarang, kan blom jalan :D blom jadi kenyataan :D

Sebagai pembeda pribadi dalam tiap kisahnya, Gw mo kasih nama keduanya “Gwamik” dan “Gwamim”. Gwamik merupakan pribadi Gw yang melakukan perjalanan sesuai dengan kenyataan, yang mencari dan berbagi ilmu(beneran) dari setiap waktu, tempat dan orang yang Gw temui selama perjalanan itu. Gwamim merupakan pribadi khayalan Gw yang melakukan perjalanan dengan kisah khayalan Gw dengan latar belakang perjalanan Gw itu. Kisah yang dilakuin Gwamim bukan kenyataan (Lebih dari 90%), sedang yang dilakuin Gwamik 100% merupakan kenyataan.

Kenapa namanya Gwamik dan Gwamim? Lu pasti bingung kan? Soalnya susah nyebutnya dan gak lazim dijadiin nama. Gwamik yang Gw ambil dari kata “Gw” dan “mikir”, berarti ini pribadi Gw dengan hasil catatan kisah hasil pemikiran untuk setiap perjalanan Gw. Gwamim diambil dari kata “Gw” dan “Mimpi”, karena memang pribadi ini merupakan pribadi mimpi Gw dengan catatan kisah hasil khayalan/mimpi disetiap perjalanan Gw. Kata Gw di setiap blog ini berarti Gandi Wibowo, yang merupakan pribadi asli Gw, yang ngelakuin sebuah perjalanan itu. Nah Kalo Gw mo nulis kata "GUA"/"GUE"/"Saya" Gw tulis pake gw (G kecil).

Kira-kira sudah tahu kan kenapa Gw kasih judul blog ini “Sekali melangkah, 2 Kisah tercatat”? Ya kayak yang tadi gw bilang, dalam setiap perjalanan yang Gw lakuin, akan ada Catatan dari 2 Pribadi (Gwamik dan Gwamim) dengan kisahnya masing-masing (2 Kisah).

OK ditunggu aja tanggal maennya ya.......

Daftar Komentar Terbaru

Daftar Blog Gw